Salah satu hal yang paling penting dalam sebuah perusahaan adalah tenaga kerja, karyawan. Perlu diakui, tanpa karyawan yang hebat, anda selaku pengusaha juga akan kualahan dalam menjalankan usaha dan bisnis. Karyawan merupakan salah satu senjata anda dalam menjalankan perusahaan. Naluri dan harapan sebagai atasan, tentu anda menginginkan karyawan atau bawahan yang dapat diandalkan, dipercaya, patuh, dan taat dengan perintah. Namun nyatanya tidak segampang itu harapan dapat terwujud, akan ada saatnya di mana karyawan tidak berkinerja seperti harapan, sering malas-malasan, bandel, dan bahkan sering sulit diatur. Saat kondisi seperti ini terjadi, anda sudah gagal dalam menjalankan “Tata kelola SDM yang baik”, namun jangan kuatir karena kegagalan merupakan awal dari keberhasilan.

Semua manajer pasti akan atau telah menghadapi karyawan sulit selama menjalani masa jabatannya sebagai manajer. Pertama, karyawan sulit pasti akan selalu ada. Yang kedua, hal ini merupakan tugas Anda sebagai seorang manajer untuk mengelola hal tersebut. Karena apabila Anda tidak mengelola hal tersebut maka permasalahannya akan menjadi jauh lebih buruk.

Mengapa karyawan sulit ini ada?

Sebagian besar orang menjumpai karyawan sulit pada berbagai level yang berbeda dari hirarki perusahaan. Jarang terdapat bentuk atau fungsi kerja yang mudah dimengerti yang dapat digunakan untuk memberikan ‘tantangan/challenge’ bagi karyawan untuk menjalankannya. Kemungkinan kesulitan yang dialami ditimbulkan oleh supervisor, manajer, rekan kerja, bawahan, atau diri sendiri.

Alasan dibalik munculnya perilaku karyawan sulit sangatlah beragam tergantung dari masing-masing individu sendiri. Untuk mengetahui kemungkinan adanya permasalahan itu, Anda dapat menanyakan beberapa hal di bawah ini terhadap kondisi perusahaan Anda:

  1. Apakah semua karyawan di perusahaan menyukai Anda?
  2. Apakah semua staff berasal dari latar belakang ekonomi yang sama?
  3. Apakah semua anggota tim berasal dari suku/etnis yang sama?
  4. Apakah semua karyawan telah menikah? Lajang? Tinggal bersama pasangan?

Apakah semua anggota staff telah mengenyam pendidikan tinggi (sarjana)?

Pertanyaan-pertanyaan di atas hanya menggambarkan sebagian kecil dari berbagai hal yang dapat membentuk karyawan sulit. Keragaman usia karyawan, kondisi karyawan di tempat kerja sebelumnya dan isu-isu di luar kerja juga dapat membuat permasalahan menjadi lebih kompleks.
Hal yang juga perlu untuk dimengerti adalah bahwa sebagian besar karyawan sulit ini selalu memunculkan perilakunya karena perilaku ini memberikan konsekuensi yang baik di masa lalunya. Hal itu merupakan bentuk sederhana mengenai perilaku yang selalu berhasil mengatasi masalahnya selama ini. Seperti seorang anak yang menangis atau seekor anjing yang menggonggong yang diberi “reward” untuk menghentikan perilaku buruknya itu, banyak karyawan sulit yang menggunakan mekanisme seperti ini secara tidak disadari untuk mencapai tujuannya.

Apa yang dapat seorang Manajerlakukan untuk menghadapi karyawan sulit?
Cari Fakta yang terjadi di lapangan. Hindari gosip, rumor, persepsi, atau berbagai informasi yang idak membenarkan. Yakinkan bahwa Anda memiliki bukti sendiri atau menerima informasi dari pihak yang tepat.

Buat Evaluasi dengan penuh pertimbangan terhadap fakta yang ada. Ketika telah mendapati seorang karyawan yang termasuk dalam kategori sulit, perkirakan status permasalahan tersebut terhadap situasi yang terjadi. Beberapa pertanyaan yang dapat membantu merumuskan hal ini antara lain: “Seberapa besar kerusakan operasional yang disebabkan oleh karyawan ini?”, “Apakah efek yang dirasakan oleh tim, akibat perilaku karyawan?”, “Seberapa besar kerugian produktivitas tim atau departemen yang diakibatkan oleh ketidakpatuhan karyawan?”. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini terkadang mempengaruhi jenis tindakan yang harus Anda ambil untuk memperbaiki situasi.

Buat Action-plan untuk memperbaiki situasi. Sebagai seorang manajer, Anda telah menguasai nilai-nilai perencanaan. Situasi ini juga tidak berbeda dengan perencanaan biasanya. Anda harus merencanakan waktu pelaksanaan tindakan, menentukan tempat untuk mempresentasikan permasalahan pada karyawan, serta menentukan apakah Anda membutuhkan kehadiran pihak lain untuk menyelesaikan masalah ini dengan karyawan yang bersangkutan.

Ambil Tindakan segera dengan waktu yang tepat. Hadapi permasalahannya, jangan dihindari. Hal ini mungkin akan membuat Anda merasa tidak enak, tapi ini adalah bagian dari tugas Anda. Permasalahan ini tidak akan dapat membaik dengan sendirinya, dan bahkan dapat menjadi lebih buruk apabila tidak segera diatasi.

Be Positive, Supportive and Persistent. Yang perlu diingat adalah tujuan Anda menghadapi masalah ini adalah untuk menciptakan solusi, bukan untuk ‘menang’. Fokuslah pada perilaku tidak sesuai, bukan pada individunya. Jadilah orang yang positif. Katakana pada karyawan apa yang Anda inginkan darinya.

Karyawan sulit yang dikelola dengan baik dan sesuai biasanya akan menjadi pemain dalam tim yang produktif. Bila Anda menjalankan tips tindakan di atas atau yang sejenis, Anda akan memberikan kesempatan bagi Anda pribadi dan karyawan sulit tersebut untuk sukses. Walaupun demikian, tidaklah ada jaminan untuk sukses.
Beberapa karyawan sulit sangat terikat dengan kebiasaannya atau memiliki permasalahan yang ekstrim dalam hidupnya sehingga bahkan tindakan manajemen yang paling terencana dengan baik pun tidak akan efektif.

Satu-satunya rencana tindakan yang dijamin mengalami kegagalan adalah ‘tidak melakukan tindakan apapun’.